Minggu, 21 Desember 2025

PENDIDIKAN KADER ULAMA ANGKATAN III


Majelis Ulama Indonesia adalah wadah pengabdian bagi para ulama, zu'ama dan cendekia. Tugas dan fungsi MUI adalah melayani umat (khadimul umat) dan menjadi mitra pemerintah (shadiiqul hukumah).

Pengabdian MUI kepada umat dan kemitraannya dengan pemerintah ibarat dua sisi uang mata logam yang tidak bisa dipisahkan. Secara khusus Imam al-Izz bin Abd as-Salam asy-Syafi'i memberikan perumpamaan antara hubungan kekuasaan (pemerintah) dan agama (Indonesia; MUI): Imam al-Izz bin Abd as-Salam berkata; hubungan kekuasaan (pemerintah) dan agama (Indonesia; MUI) adalah saudara kembar (tauamani). Agama adalah fondasi, sedangkan penguasa adalah penjaganya. Sesuatu yang tidak ada fondasinya akan runtuh, sedangkan sesuatu yang yang tidak memiliki penjaga akan hilang. Tidak sempurna kekuasaan dan kontrol kecuali dengan penguasa dan cara untuk menyelesaikan masalah hukum dengan fikih (pengetahuan agama). (Baca, Al-Qawaid al-Ahkam, juz 2, halaman 75).

Tagline MUI sebagai pelayan (khadim) umat dan mitra (shadiiq) pemerintah merupakan komitmen MUI untuk mewujudkan harmoni keummatan, kebangsaan dan keagamaan.

Baca artikel detiknews, "Meneguhkan Kembali Tagline MUI: Khadimul Ummah dan Shadiiqul Hukumah" selengkapnya https://news.detik.com/kolom/d-5822569/men....

Kata shadiiq dalam kamus Arab diartikan shahib yang artinya dalam bahasa Indonesia bisa disebut teman, kawan atau mitra. Posisi seorang teman, kawan atau mitra adalah menghubungkan (silaturrahim) dengan teman yang lain, menyemangati dalam kebaikan, berada di tengah menjadi juru damai ketika antara satu teman dengan teman yang lainnya saling bertikai.

Baca artikel detiknews, "Meneguhkan Kembali Tagline MUI: Khadimul Ummah dan Shadiiqul Hukumah" selengkapnya https://news.detik.com/kolom/d-5822569/men....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar